Autisme, Apa Tanda-tanda dan Pemicunya? Bagaimana Cara Mengobatinya?

autismePengertian Autisme

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) yaitu gangguan perkembangan yang mempengaruhi interaksi sosial, komunikasi, serta tingkah laku. ASD melingkupi sindrom Asperger serta autisme pada saat kanak-kanak.

Berdasar pada data dari Badan Pusat Statistik, diprediksikan ada seputar 2, 4 juta orang penyandang autisme di Indonesia pada th. 2010. Jumlah masyarakat Indonesia ketika itu mencapai 237, 5 juta jiwa, bermakna ada seputar satu orang penyandang autisme pada setiap 100 bayi yang lahir.

Walau autisme tak dapat sembuh, ada beragam type penanganan serta langkah pengobatan yang dapat menolong beberapa penyandang autisme. Karenanya, penting untuk kita supaya mewaspadai gejalanya sedini mungkin.

Tanda-tanda serta Diagnosis Autisme

Tanda-tanda autisme umumnya baru tampak jelas sesudah berlangsung perubahan signifikan dalam kehidupan seseorang serta biasanya mulai tumbuh pada saat kanak-kanak. Gejala-gejalanya condong beragam pada setiap penyandang, namun bisa digolongkan jadi dua kelompok paling utama.

Kelompok pertama yaitu masalah interaksi sosial serta komunikasi. Tanda-tanda ini mencakup masalah pemahaman serta kepekaan pada perasaan orang lain dan penguasaan bahasa yang lamban.

Kelompok kedua yaitu pola pikir, ketertarikan, serta tingkah laku yang terbatas serta bersifat mengulang. Misal gerakan repetitif, umpamanya mengetuk-ngetuk atau meremas tangan, serta terasa jengkel waktu rutinitas itu terganggu.

Penyandang autisme juga condong mempunyai permasalahan dalam belajar serta keadaan kejiwaan lain, umpamanya masalah hiperaktif atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), masalah kekhawatiran, atau depresi.

Tanda-tanda autisme umumnya di ketahui pada umur awal perubahan anak saat sebelum mencapai tiga tahun. Hubungi dokter bila Anda mengerti ada tanda-tanda autisme atau masalah perkembangan pada diri Anda ataupun anak Anda.

Pemicu Autisme Dan Mitosnya

Terdapat beberapa aspek genetika serta lingkungan yang diprediksikan bisa mengakibatkan kelainan ini, namun pemicu autisme yang pasti belum di ketahui sampai sekarang ini. Dalam kasus-kasus spesifik, autisme juga mungkin saja dikarenakan oleh penyakit spesifik.

Vaksin campak, gondong, serta rubela (MMR) pernah dicurigai juga sebagai pemicu autisme hingga beberapa orang tua tidak ingin memberikannya pada anak mereka. Namun sesudah lakukan beragam riset ekstensif yang melibatkan jutaan anak, para peneliti tidak temukan bukti sama sekali yang menghubungkan vaksin MMR dan autisme.

Penyandang Autisme Dewasa serta Permasalahannya

Ada beberapa orang yang tumbuh dewasa tanpa didiagnosis, walau gejalanya telah nampak sejak mereka masih anak-anak. Proses diagnosis waktu dewasa bisa menolong para penyandang autisme dan keluarga untuk mengerti masalah ini serta mengambil keputusan jenis pertolongan yang mereka perlukan.

Beberapa penyandang autisme dewasa alami kesusahan untuk mencari pekerjaan lantaran ada tuntutan serta perubahan sosial dalam pekerjaan. Pusat layanan spesial autisme dapat menolong mereka untuk mencari pekerjaan yang pas dengan kemampuan mereka.

Di Indonesia, terutama Jakarta, ada International Center for Special Care in Education (ICSCE). ICSCE yaitu instansi nirlaba yang menuturkan serta memberi deskripsi perihal kursus dan penyediaan lapangan pekerja untuk penyandang autisme.

Tanda-tanda Autisme

ciri-anak-autisme

Kemunculan tanda-tanda autisme pada setiap penyandang sangatlah beragam hingga tingkat keparahannya susah di pastikan. Pengetahuan perihal indikasi serta tanda-tanda autisme, termasuk juga perihal sindrom Asperger yang terkait dengan step perkembangan anak, sangatlah bermanfaat untuk orangtua. Berikut disini gejala-gejala umum yang mungkin saja bisa menolong Anda untuk lebih siaga.

Tanda-tanda Dalam Hubungan serta Komunikasi Sosial

  • Perkembangan bicara yang lamban (umpamanya tak dapat bicara kian lebih 10 kata waktu usianya dua tahun) atau sama sekali tak dapat bicara.
  • Tidak pernah mengungkap emosinya
  • Tidak sensitif pada perasaan orang lain.
  • Tidak merespons waktu namanya di panggil, walau indera pendengarannya normal.
  • Tidak ingin bermanja-manja atau berpelukan dengan orangtua atau saudara.
  • Cenderung hindari kontak mata.
  • Jarang memakai bahasa tubuh dan ekspresi muka waktu berkomunikasi.
  • Tidak dapat mengawali pembicaraan, melanjutkan percakapan, atau cuma bicara waktu meminta suatu hal.
  • Nada bicara yg tidak umum, umpamanya datar seperti robot.
  • Sering mengulang kalimat serta frasa, namun tak dapat memakainya dengan tepat.
  • Cenderung tampak tak mengerti pertanyaan atau panduan yang simpel.
  • Tidak mengerti interaksi sosial yang umum, umpamanya langkah menyapa.

Tanda-tanda Dalam Pola Perilaku

  • Memiliki kelainan dalam pola gerakan, umpamanya senantiasa berjinjit.
  • Lebih sukai kebiasaan yang familier serta geram bila ada perubahan.
  • Tidak dapat diam.
  • Melakukan gerakan repetitif, umpamanya mengibaskan tangan, mengayunkan badan ke depan serta belakang, atau menjentikkan jari.
  • Cara bermain repetitif serta tak imajinatif, umpamanya menyusun balok berdasar pada ukuran atau warna daripada bangun suatu hal yang berbeda.
  • Hanya suka pada makanan spesifik, umpamanya pilih makanan berdasar pada struktur atau warna.
  • Sangat terpaku pada tema atau aktivitas spesifik dengan intensitas konsentrasi yang terlalu berlebih.
  • Cenderung peka pada sinar, sentuhan, atau suara, namun tak merespons pada rasa sakit.

Gangguan Lain serta Autisme

Penyandang autisme biasanya juga mempunyai tanda-tanda atau dampak dari masalah yang lain, umpamanya hiperaktif (ADHD), epilepsi, sindrom Tourette, masalah obsesif kompulsif (OCD), depresi, gangguan cemas menyeluruh, masalah belajar, dan masalah bipolar.

Setiap masalah itu mungkin saja memerlukan penanganan dengan cara terpisah, umpamanya obat-obatan atau therapy perilaku kognitif.

Pemicu Autisme

Autisme tanpa ada aspek pemicu dasar atau autisme primer adalah type autisme yang paling umum berlangsung. Jumlahnya diprediksikan meraih 90 % dari keseluruhnya penyandang autisme.

Dalam kasus-kasus spesifik, autisme juga mungkin saja dikarenakan oleh suatu penyakit atau aspek lingkungan. Autisme sekunder ini jarang muncul serta cuma dialami seputar 10 % penyandang autisme.

Terdapat beberapa aspek genetika serta lingkungan yang diprediksikan bisa menyebabkan autisme, namun pemicu yang pasti belum diketahui. Ada pula beberapa hal yang disangka menyebabkan autisme, namun nyatanya tak dapat dibuktikan, yakni :

  • Senyawa thiomersal yang memiliki kandungan merkuri (dipakai juga sebagai pengawet untuk beberapa vaksin).
  • Vaksin campak, gondong, serta rubela (MMR).
  • Pola makan, seperti konsumsi gluten atau produk susu.
  • Pola asuh anak.

Diluar itu, terdapat beberapa kelompok yang bisa dipakai untuk mengelompokkan aspek penyebab resiko autisme, diantaranya :

Aspek Keturunan Dalam Autisme

Mutasi dari gen spesifik bisa mempertinggi resiko autisme pada anak. Ada gen-gen keturunan spesifik yang diakui bisa bikin anak-anak lebih rawan pada autisme.

Bila ada orangtua dengan anak autis, mereka diakui mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk mempunyai seseorang anak yang menderita autis lagi. Sedang bila salah seseorang anak kembar menderita autisme, kemungkinan saudara kembarnya menderita kelainan yang sama juga.

Dampak Kelahiran serta Masa Dalam Kandungan

Seseorang anak mungkin saja terpajan aspek-faktor lingkungan spesifik sepanjang ada dalam kandungan. Beberapa peneliti mengungkap teori bahwa anak yang terlahir rawan pada autisme cuma bakal positif menderita autisme bila terpajan aspek penyebab spesifik dari lingkungan, diantaranya :

  • Kelahiran prematur.
  • Terpajan alkohol atau obat-obatan, umpamanya sodium valproate yang kadang-kadang dipakai untuk menyembuhkan epilepsi, sepanjang dalam kandungan.

Dampak Aspek Neurologis

Masalah khusus pada perkembangan otak serta system saraf dapat juga punya pengaruh. Menurut teori medis serta riset pemetaan otak yang pelajari penyandang autisme, koneksi pada bagian-bagian otak mungkin saja alami kekacauan atau jadi hipersensitif.

Koneksi yang kacau atau hipersensitif itu menyebabkan beberapa penyandang autisme mendadak rasakan tanggapan emosional terlalu berlebih waktu lihat objek atau peristiwa remeh. Mungkin saja inilah argumen beberapa penyandang autisme suka pada rutinitas serta sangatlah geram bila berlangsung perubahan. Rutinitas berikan mereka pola tingkah laku yg tidak memancing tanggapan emosional yang terlalu berlebih.

Dampak Aspek Psikologis Dalam Autisme

Salah satu aspek resiko yang diprediksikan mempengaruhi tanda-tanda penyandang autisme yaitu ketidaksamaan mereka dalam pola pikir. Suatu konsep yang di kenal juga sebagai ‘teori pikiran’ (theory of mind) jadi basic dalam beragam riset yang mendalami kemungkinan dampak aspek psikologis pada autisme. Teori ini menuturkan perihal kemampuan seseorang untuk mengerti keadaan kejiwaan orang lain serta mengerti bahwa setiap individu mempunyai hasrat, kepercayaan, serta emosi masing masing.

Anak-anak yang normal dikira telah mengerti teori pikiran waktu berumur sekitar 4 tahun. Sedang anak-anak dengan autisme mempunyai pemahaman terbatas atau tak sekalipun perihal teori pikiran. Keterbatasan inilah yang mungkin saja jadi akar persoalan mereka dalam hubungan sosial dan jadi argumen ada tanda-tanda psikologis dalam autisme.

Dampak Umur Ibu

Resiko sang anak menderita autisme diprediksikan makin bertambah bila sang ibu menjalani masa kehamilan serta melahirkan pada umur lebih tua (terlebih, diatas 35 th.).

Diagnosis Autisme

Sebagian besar orangtua mengerti beberapa gejala autisme waktu anak mereka berumur 2-3 th., namun ada pula yg tidak terdeteksi hingga penyandangnya dewasa.

Langkah Diagnosis Autisme pada Anak-anak

Bila Anda mencemaskan perkembangan anak Anda, yakinkan Anda mengonsultasikannya pada dokter. Bila dokter mencurigai ada tanda-tanda autisme, Anda umumnya bakal dirujuk pada beberapa spesialis untuk diagnosis selanjutnya seperti psikolog, psikiater, dokter spesialis anak, serta pakar therapy wicara.

Tak ada kontrol medis khusus yang bisa dipakai untuk mengkonfirmasi autisme. Kelainan ini umumnya didiagnosis berdasar pada tanda-tanda yang diperlihatkan oleh sang anak.

Yang umum dikerjakan yaitu kontrol fisik untuk meniadakan kemungkinan ada penyakit lain serta beberapa pertanyaan tentang perkembangan, kesehatan, dan info tentang perilaku anak umumnya bakal dihimpun dari pihak-pihak yang berkaitan. Umpamanya, dokter serta staf penitipan anak ataupun sekolah.

Kontrol penunjang akan dikerjakan bila dokter merasa membutuhkannya. Sang anak umumnya bakal disuruh untuk ikuti beberapa aktivitas supaya kemampuan serta aktivitasnya dapat dilihat dan di check dengan cara khusus. Kontrol terfokus ini mencakup kemampuan bicara, perilaku, pola pikir anak, serta interaksi dengan orang lain. Diluar itu, beberapa spesialis bakal bertanya silsilah kesehatan keluarga serta perubahan anak secara mendetail pada orangtua.

Namun hasil kontrol ini belum pasti dapat mendiagnosis autisme secara pasti. Bila beberapa spesialis tak dapat mengkonfirmasi diagnosis autisme walau pemeriksaan itu telah usai, anak Anda mungkin saja disarankan untuk melakukan kontrol lagi waktu usianya lebih tua serta tanda-tanda autisme semakin tampak.

Diagnosis bakal memberi deskripsi jelas dibalik sikap serta kepribadian anak Anda. Reaksi yang umum dirasa beberapa orangtua waktu pertama mendengar bahwa anak mereka menderita kelainan autisme yaitu terperanjat serta tak yakin lantaran mencemaskan hari esok sang anak.

Namun proses ini juga dapat bakal berikan peluang supaya Anda bisa menuntun perkembangan serta pertumbuhan mereka. Anda dapat mencari info sebanyak mungkin perihal autisme dan penanganannya melalui Masyarakat Perduli Autis Indonesia (MPATI), Yayasan Autisma Indonesia, dan International Center for Special Care in Education (ICSCE).

Langkah Diagnosis Autisme Pada Orang Dewasa

Banyak orang yang mengerti tanda-tanda autisme mereka waktu telah dewasa. Mereka condong takut untuk didiagnosis lantaran terasa bakal dikucilkan serta disepelekan. Namun sesungguhnya langkah diagnosis autisme waktu dewasa bisa menolong beberapa penyandang dan keluarga untuk mengerti masalah ini serta mengambil keputusan type pertolongan yang tepat.

Hubungi dokter bila Anda terasa mempunyai tanda-tanda autisme. Anda dapat juga meminta rujukan untuk psikiater atau psikolog supaya bisa melakukan kontrol selanjutnya.

Pengobatan Autisme

Walau autisme tak dapat disembuhkan, terdapat banyak layanan pertolongan pendidikan serta therapy tingkah laku khusus yang bisa tingkatkan kemampuan penyandang autisme. Namun pertolongan untuk autisme mempunyai banyak type serta keluarga umumnya kesulitan untuk pilih pertolongan mana yang pas lantaran dampaknya bakal tidak sama pada setiap penyandang. Perlakuan autisme juga memerlukan komitmen waktu, emosi, serta finansial.

Program perlakuan autisme (kerap dimaksud intervensi) umumnya melibatkan beberapa spesialis, seperti dokter spesialis anak, psikolog, psikiater, pakar therapy wicara, serta pakar therapy okupasi.

Aspek-aspek utama dalam perkembangan anak yang semestinya jadi konsentrasi pada setiap pertolongan yaitu kemampuan berkomunikasi, kemampuan berinteraksi, kemampuan kognitif (umpamanya, bermain secara kreatif), serta kemampuan akademis.

Intervensi Interaksi Sosial

Type pertolongan ini mempunyai tujuan menolong penyandang autisme anak-anak untuk berkomunikasi serta berinteraksi hingga mereka lebih gampang menyesuaikan. Intervensi awal ini dapat mungkin saja diselenggarakan di sekolah atau berbarengan antara orangtua serta guru.

Analisa Perilaku Terapan (ABA)

ABA (Applied Behaviour Analysis) membagi kemampuan (umpamanya, kemampuan komunikasi serta kognitif) jadi tugas-tugas simpel yang di ajarkan dengan cara terstruktur dan memberi hadiah atau pujian untuk mendorong perilaku baik. ABA umumnya dikerjakan dirumah, namun ada program spesifik yang kadang-kadang bisa diaplikasikan di sekolah atau tempat untuk menitipkan anak.

Tugas-tugas simpel yang makin lama makin kompleks dalam type therapy yang banyak digunakan di Indonesia ini bisa menolong perkembangan sang anak dengan tingkatkan kemampuannya dengan cara bertahap. Namun ada beberapa ahli yang mencemaskan intensitasnya serta menyangsikan manfaat kemampuan yang di kembangkan itu diluar therapy.

Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children (TEACCH)

Ada riset yang tunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme kerap tunjukkan tanggapan yang lebih baik pada info yang didapatkan dengan cara visual. Oleh karena itu TEACCH memprioritaskan system pembelajaran terstruktur memakai komunikasi visual.

Pengajaran serta Kursus Untuk Orang Tua

Peran orangtua untuk anak-anak penyandang autisme sangat utama. Partisipasi aktif orangtua bakal mensupport serta menolong tingkatkan kemampuan sang anak.

Mencari info sebanyak mungkin perihal autisme dan penanganannya sangatlah disarankan untuk para orangtua. Anda dapat mencari tahu semakin banyak lewat Masyarakat Perduli Autis Indonesia (MPATI), Yayasan Autisma Indonesia, dan International Center for Special Care in Education (ICSCE).

Menolong anak Anda untuk berkomunikasi bisa kurangi kekhawatiran serta memperbaiki perilakunya lantaran komunikasi adalah kendala spesial untuk anak-anak dengan autisme. Beberapa kiat yang mungkin saja dapat bermanfaat :

  • Gunakan kalimat yang simpel.
  • Selalu menyebutkan nama anak waktu mengajaknya bicara.
  • Manfaatkan bhs tubuh untuk memperjelas maksud Anda.
  • Berbicara pelan-pelan serta terang.
  • Beri waktu pada anak Anda untuk mengolah kata-kata Anda.
  • Jangan bicara waktu di sekitar Anda berisik.

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi

Ada beberapa perlakuan yang umumnya disarankan untuk mengatasi masalah komunikasi yang dihadapi anak Anda, yakni :

Pertolongan therapy psikologi

Penanganan secara psikologis bisa disarankan untuk menolong penngobatan bila anak Anda menderita autisme serta permasalahan kejiwaan, seperti masalah kekhawatiran. Contoh dari type penanganan ini yaitu therapy tingkah laku kognitif atau Cognitive Behavioural Terapi (CBT).

Therapy psikologis biasanya dikerjakan dengan menjumpai psikolog untuk menceritakan perasaan dan efeknya pada perilaku serta kesejahteraan. Karenanya beberapa spesialis yang ikut serta mesti sesuaikan cara therapy dengan keterbatasan yang dipunyai penyandang autisme. Umpamanya, info berbentuk tulisan atau visual serta memakai bahasa yang simpel.

Therapy wicara

Nyaris seluruh anak dengan autisme alami kesulitan bicara. Therapy ini memprioritaskan kursus untuk tingkatkan kemampuan bicara hingga anak dapat berinteraksi dengan orang lain.

Pakar therapy bakal memakai beberapa tehnik seperti alat bantu visual, narasi, serta mainan untuk tingkatkan kemampuan komunikasi.

Picture Exchange Communication Sistem (PECS)

Pakar therapy PECS bakal memakai gambar untuk menolong anak-anak dengan autisme. Langkah tersebut diambil lantaran gambar lebih efisien untuk berkomunikasi untuk sebagian penyandang autisme anak-anak.

Pada step awal, anak-anak bakal diajari langkah komunikasi simpel seperti memberi kartu bergambar untuk berkomunikasi dengan orang dewasa. Lantas pakar therapy bakal mengajarkan kemampuan yang lebih sulit, umpamanya memakai kartu bergambar untuk membuat kalimat. Proses ini mempunyai tujuan supaya anak-anak belajar mengawali komunikasi tanpa perlu disuruh.

Metoda komunikasi Makaton

Makaton yaitu cara komunikasi memakai bahasa isyarat serta lambang untuk menolong penyandang autisme berkomunikasi. Cara ini didesain untuk menolong komunikasi verbal. Karenanya, bahasa isyarat serta lambang umumnya dipakai berbarengan dengan pengucapan supaya artinya bisa lebih dipahami.

Setiap gerakan bahasa isyarat Makaton mempunyai lambang masaing-masing berbentuk gambar simpel. Lambang itu dapat juga dipakai tanpa ada bahasa isyarat. Makaton sangatlah fleksibel lantaran dapat dipakai sesuai dengan keperluan masing-masing penggunanya. Umpamanya untuk :

  • Mengungkapkan pikiran, pilihan, serta emosi.
  • Menandai objek, gambar, photo, serta tempat.
  • Bermain serta bernyanyi.
  • Menulis resep, daftar berbelanja, surat, serta pesan.
  • Membantu tunjukkan jalan atau gedung.

Sebagian besar penyandang autisme yang awalannya memakai Makaton makin lama bakal berhenti secara alami serta berpindah pada kemampuan komunikasi verbal bersamaan dengan perkembangan kemampuan bicara mereka.

Terkecuali tingkatkan kemampuan basic komunikasi pada sebagian penyandang autisme, Makaton dapat juga menolong proses interaksi sosial mereka.

Pemakaian Obat-obatan

Walaupun tak dapat mengobati autisme, obat-obatan mungkin saja diberikan dokter spesialis yang berkaitan untuk mengatur beberapa gejala spesifik. Namun anak Anda umumnya disarankan untuk melakukan kontrol ulang sesudah mengkonsumsinya selama beberapa minggu lantaran obat-obatan itu mempunyai efek samping yang signifikan. Beberapa type obat yang umum diberikan yaitu :

  • Depresi yang bisa diatasi dengan type obat penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI).
  • Sulit tidur yang bisa diatasi dengan obat seperti melatonin.
  • Hiperaktif yang bisa diatasi dengan obat seperti methylphenidate.
  • Epilepsi yang bisa diatasi dengan type obat yang dimaksud antikonvulsan.
  • Perilaku yang agresif serta yang membahayakan, seperti mengamuk atau menyakiti diri sendiri. Bila kronis atau penanganan secara psikologis tak punya pengaruh, kelainan ini mungkin saja bisa diatasi dengan obat anti-psikotik.

Metoda Pengobatan yang Baiknya Dihindari

Ada beberapa cara penyembuhan alternatif yang disangka punya potensi untuk mengatasi autisme, namun keefektifannya sekalipun belum dapat dibuktikan serta bahkan juga ada kemungkinan beberapa daintaranya beresiko. Di bawah ini beberapa metoda pengobatan alternatif yang baiknya dijauhi :

  • Pola makan spesial, umpamanya makanan bebas gluten atau kasein.
  • Terapi neurofeedback. Kesibukan otak umumnya diawasi melalui elektroda yang dipasang di kepala. Pasien dapat lihat gelombang otaknya melalui monitor serta diajari cara mengubahnya.
  • Terapi khelasi yang memakai obat atau zat lain untuk menghilangkan zat logam, terlebih merkuri, dari badan.
  • Terapi oksigen hiperbarik. Penyembuhan dengan oksigen dalam ruangan udara bertekanan tinggi.

Bagaimana efek penggunaan Laminine pada penderita Autisme?

Dosis yang dianjurkan untuk dewasa: 2 x 2 kapsul sehari kondisi perut kosong. Pada malam hari sebaiknya Laminine dikonsumsi 10 menit sebelum anda beranjak tidur.

Dosis untuk anak: 2 x 0.5 kapsul sehari kondisi perut kosong. Bila dirasa sulit untuk membagi isi kapsul menjadi dua, boleh menggunakan dosis 1 kapsul sehari

Testimoni Autism

Disclaimer : Tidak ada jaminan kesembuhan. Laminine adalah produk suplemen penunjang kesehatan dan BUKAN obat. Khasiat & hasil yang didapatkan setiap orang dapat berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna. Hasil positif yang didapat oleh customer kami, tidak menjadi gambaran atau jaminan bahwa Anda pasti mengalami hasil yang sama. Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. Kami tidak bertanggung-jawab jika Anda tidak memperoleh hasil seperti yang dialami oleh customer atau pelanggan kami lainnya.

TESTIMONI LAMININE – AUTISM

Disclaimer : Tidak ada jaminan kesembuhan. Laminine adalah produk suplemen penunjang kesehatan dan BUKAN obat. Khasiat & hasil yang didapatkan setiap orang dapat berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna. Hasil positif yang didapat oleh customer kami, tidak menjadi gambaran atau jaminan bahwa Anda pasti mengalami hasil yang sama. Kami berusaha menginformasikan produk kami dan hasil yang bisa diperoleh dengan wajar dan tidak berlebihan. Kami tidak bertanggung-jawab jika Anda tidak memperoleh hasil seperti yang dialami oleh customer atau pelanggan kami lainnya.

 

 

error: Content is protected !!